Omake of Our Story
Iwa Junior High
School…
Dipagi yang
indah, hari pertama masuk sekolah. Semua murid masuk ke kelas setelah mendengar
bunyi bel.
DeiKuro
Omake:
Omake:
Iwa Junior High
School, Perpustakaan…
Bulan Februari,
dimana musimnya ujian. Apalagi kelas 9 yang akan mengikuti ujian kelulusan.
Sekarang murid kelas 9-2 sedang berada di perpustakaan, belajar. Karena esok
hari akan ada ujian bahasa Inggris. Jadi seluruh murid kelas 9-2 diharuskan
untuk belajar agar mereka bisa mendapatkan nilai yang sempurna. Di sinilah
pasangan yang paling kompak sedang belajar di perpustakaan. Berulang kali si pemuda
bertanya kepada sang gadis, tapi berulang kali juga si gadis tetap menjawab
semua pertanyaan yang dilontarkan dengan sabar.
“Kurotsuchi,
kalau arti ‘she is my best friend’ apa?”Tanya seorang cowok berambut blonde,
bermata biru samudra kepada seorang gadis yang berada di sampingnya.
“Itu artinya
‘dia adalah teman terbaikku’”jawab gadis itu, Kurotsuchi yang sedang membaca
sebuah buku novel kepada cowok tadi, Deidara.
“Kalau arti ‘I
will be waiting for you’ apa”Tanya Deidara lagi.
“Itu artinya
‘aku akan menunggumu’”jawab Kurotsuchi lagi tanpa mengedarkan pandangannya dari
buku tersebut.
‘Lho dia nggak
nyadar, ya?’tanya Deidara dalam hati. Tiba-tiba sifat jahilnya muncul. ‘Hehehe…
aku dapat ide.’gumamnya dalam hati.
“Kalau arti ‘I
love you’apa?”Tanya Deidara.
“Itu artinya
‘aku mencintaimu’”jawab Kurotsuchi tanpa sadar.
‘Lah dia masih
nggak nyadar?’tanya Deidara dalam hati.
“Coba ulang
sekali lagi, kurang jelas”pinta Deidara.
“Hah.. itu
artinya aku men.. hmmp”Kurotsuchi tidak bisa melanjutkan kalimatnya. Kini
mukanya sudah merah padam menahan malu. Bagaimana tidak? Tadi ia mengatakan
kalimat yang kalau didengar setiap orang pasti akan seperti merasa terbang ke
langit ketujuh –lebay-
“Hey Kurotsuchi
kamu kenapa? Kok mukamu merah? Sakit,ya?”Tanya Deidara seraya meletakkan
telapak tangannya di dahi Kurotsuchi.
“A..aku
t..ti..dak apa-a..apa kok D..Deidara? A..aku ng..gak s..sakit kok.”jawab
Kurotsuchi terbata-bata akibat gugup+malu. Jujur saja perlakuan seperti ini
membuatnya grogi dan malu bukan main.
‘Ya ampun
Deidara nggak peka banget sih jadi cowok, baka’umpat Kurotsuchi dalam hati.
“Kurotsuchi apa
sih jawabannya. Karena nggak jelas, ya aku tanya lagi.”kata Deidara sambil
pasang pose berpikir.
“T..tapi nggak
mungkin `kan kalau kamu nggak tahu Deidara.”balas Kurotsuchi seraya menenangkan
dirinya.
“Ya karena aku
nggak tahu, makanya aku tanya sama kamu. Kamu kan jago bahasa Inggris.”
“Iya sih tapi,
masa kalimat itu saja kamu nggak tahu?”
“Apa dong
Kurotsuchi, nggak jelas nih.”
“O..oke.”kata
Kurotsuchi yang mulai gugup (lagi). Ia pun mulai melanjutkan kalimatnya.
“I..itu ar..ti..nya
a..a..ku me..men-”belum sempat Kurotsuchi melanjutkan kalimatnya, Deidara malah
mencium pipinya seraya berkata:
“I love you too
Kuro-chan”
Blushh…
“A..aku mau
pulang ah!”kata Kurotsuchi seraya merapihkan buku-bukunya. Dia sengaja soalnya
dia agak er.. salting bukan agak lagi tapi benar-benar salting. Setelah selesai
ia segera keluar. Deidara yang agak kaget kenapa tiba-tiba Kurotsuchi terlihat
gugup begitu, ia segera mengejarnya.
“E..eh
Kurotsuchi mau ke mana?”Tanya Deidara seraya mengikuti langkah Kurotsuchi.
“Mau
pulang!”seru Kurotsuchi agak kesal+malu. Buktinya mukanya saja masih merah.
“Ku antar, ya?”
“Ogah!!”seru
Kurotsuchi yang membuat Deidara langsung gubrak.
“Ayo dong, besok
kan hari minggu, kencan yuk, kuajak ke Disney Land deh.”
“Enggak mau!!”
seru Kurotsuchi kesal. Bagaimana tidak? Tiap kali kencan, apalagi ke Disney
Land, yang memilih wahana selalu Deidara. Mau tidak mau Kurotsuchi harus ikut.
Parahnya Deidara selalu memilih wahana yang ekstrem. Ia jadi teringat pas
kencan pertamanya dengan Deidara. Walaupun belum pacaran kan nggak apa-apa toh
pdkt gitu. (Author: pantesan si Kuro nggak mau ikut, habisnya selalu main-main
ke wahana ekstrem, ckckck – dibom C4-)
“Ayo dong, aku
janji deh besok yang pilih wahana yang akan kita naiki kamu, janji”
“Awas, ya kalau
enggak.”ancam Kurotsuchi. Deidara hanya mengangguk.
“Ya sudah kalau
begitu ayo pulang!”ajak Deidara seraya menarik tangan Kurotsuchi dan
menggenggamnya lembut. Sedangkan yang tangannya digenggam hanya bisa blushing
(lagi) tanpa tahu mau berkata apa.
Ooh… indahnya
cinta…
0 komentar:
Posting Komentar