Selasa, 26 Agustus 2014

Forgetten Bonds Ch2

Diposting oleh Unknown di 09.51

Chapter 2: Sebuah Pertemuan



Konoha International High School. Dipenuhi anak-anak konglomerat dan standar pengajarannya paling unggul dibandingkan sekolah lain.
Mobil Honda Jazz berwarna kuning itu memasuki halaman sekolah. Dia memarkirkan sembarangan mobilnya dan melempar kunci mobilnya kepada valet. Naruto berlari menuju lokernya untuk mengambil buku-bukunya.
‘Sial! Tinggal 10 menit lagi bel masuk berbunyi’ batin Naruto
Dia memencet tombol di pintu lift. Tak lama, pintu lift terbuka dan Naruto masuk. Kelas yang akan dimulai berada di lantai 4 yaitu kelas Biologi. Pintu lift pun terbuka dan ia berlari menuju kelasnya yang berada di ujung lorong.
Tanpa dia sadari, ia menabrak seseorang dan terjatuh.
‘Sepertinya, ada sesuatu yang lembut di bawahku’
Ketika ia melihatnya, ia terkejut. Ternyata seorang gadis berada di bawahnya. Masih terbengong dengan kejadian tersebut, Naruto terdiam.
“Ma...maaf? Bi...bisakah anda me..nyingkir?” tanya gadis itu
Gomen. Aku tak sengaja” kata Naruto
Ketika Naruto bangkit, terdengar suara bel masuk. Ya, Naruto terlambat. Teringat akan kelasnya dan guru yang mengajar, Naruto segera berlari.
Gadis itu menggelengkan kepalanya. Surai indigonya bergoyang-goyang mengikuti arah kepalanya. Hinata, gadis itu heran dengan tingkah Naruto.
‘Ah, aku harus masuk kelas!’ batin Hinata
Hinata berlari menuju kelas yang dicarinya. Tampaknya dia kebingungan. Maklum, dia murid baru di sekolah ini. Dia mengikuti arah yang Naruto lalui. Hinata bertemu seorang guru dan menanyakan kelasnya. Kebetulan, guru itu akan mengajar di kelasnya.
Sementara itu Naruto masuk ke kelasnya. Sebuah keberuntungan baginya. Guru yang mengajar belum masuk. Naruto berdigik ngeri membayangkan hukuman apa nantinya.
Naruto melihat teman ‘pantat ayam’-nya sedang duduk sambil mendengarkan lagu melalui earphone.
“Oi Teme!” sapa Naruto
Urusai!” balas Sasuke
“Oi semua!!! Bakoro datang”
Dalam beberapa detik, kelas yang tadinya diam semakin diam (?). Naruto mau tak mau pun segera duduk. Keringatnya bercucuran. Naruto ketakutan sama Bakoro-sensei (Baka Orochimaru).
Orochimaru, seorang guru Biologi pecinta ular. Kulitnya putih dan sepucat mayat. Rambut hitamnya panjang dan matanya kuning seperti ular. Bakoro sangat protektif  pada ular. Bahkan, objek penelitian yang mengharuskan ular, dia ganti dengan katak. Supaya ularnya dapat makanan gratis.
Ohayou minna-san” sapa Orochimaru
Ohayou Ba...eh, Orochimaru-sensei” balas siswa sambil nyengir gaje
‘huh. Hampir aja ketahuan’
‘Kalo ketahuan, habislah kita’
‘Bisa jadi santapan Manda nih’
“Oke, hari ini buka halaman 375. Kerjakan latihan soal itu 1-50”
“What the..?!” siswa kaget dengan tugas yang diberikan
“By the way, ada murid baru masuk di kelas kalian. Silahkan masuk”
Gadis itu masuk ke kelas. Dia menundukkan kepala. Mungkin karena malu. Kulitnya putih, matanya juga putih dan rambutnya berwarna indigo.
WAIT!!!!
‘Indigo?!’ teriak inner Naruto
“KAU!!!” teriak Naruto sambil berdiri dan menunjuk ke arah gadis itu
Gadis itu dan siswa lainnya menoleh ke arah Naruto. Naruto terkejut dengan perilakunya.
“Hm, Naruto-kun. Kau mengenalnya?” tanya Bakoro sambil bernada genit.
Naruto dan lainnya berdigik ngeri sekaligus geli dengan nada bicara Bakoro tadi. Mungkinkah dia......?
“Tidak” jawab Naruto dengan suara lantang.
“Baiklah. Perkenalkan dirimu, Nona” perintah Orochimaru
“Na...namaku Hyu...Hyuuga Hi..nata. Salam ke..nal” ucap Hinata gugup
“Wah, kayaknya ada yang cocok jadi rapper di sini” seru Kiba
“Inuzuka-san, DIAM!!!” teriak Orochimaru yang menggunakan toa
“Nona Hyuuga, duduk di sebelah laki-laki yang tadi berteriak padamu, Naruto-kun”
“Hai`”
“Kerjakan tugas sekarang! Dan kau, Namikaze-kun, sebagai hukumanmu yang berteriak tadi, temani Hinata berjalan-jalan di sini saat istirahat” ucap Orochimaru sambil melangkah keluar kelas.
Naruto tertunduk lesu akan hukumannya. Menemani seorang gadis? NO!!! Bisa-bisa pamor Naruto hilang.
‘Kiamat akan datang’ jerit inner Naruto
Naruto melirik gadis yang tengah mengeluarkan buku. Begitu manis. Naruto mengedarkan pandangannya ke seluruh kelas. Para cewek menatapnya dengan tatapan membunuh, sedangkan cowok hanya nyengir gaje menatap Hinata.
“Na..mikaze-san?” panggil Hinata
“Naruto. Panggil saja Naruto” jawab Naruto
“Hai`. Bi..bisa pinjam buku..mu?” tanya Hinata
“Tentu saja. Kita akan menggunakannya bersama-sama” ucap Naruto
‘Rasanya, aku mengenal Hinata. Akh, itu hanya perasaanku saja”
‘Sepertinya, aku pernah melihat Naruto. Tapi di mana ya?’
Karena hanya memakai satu buku, mau tak mau mereka duduk berdekatan. Tanpa terasa, mereka duduk bersebelahan tanpa jarak. Teman-teman Naruto terpana dan menyeringai seperti serigala.
“Cieeee, Naruto lagi PDKT” teriak Kiba
“Diam Kiba” bantah Naruto
“Sudahlah, jangan ganggu mereka” ucap Ino
“Mereka berdua serasi ya” ujar Sakura
Mendokusai
“Hn”
Naruto membantah semua perkataan temannya. Tanpa Naruto sadari, Hinata sudah mulai memainkan jari-jarinya. Pipinya yang tembem mulai memerah. Rambutnya menutupi paras cantiknya.
“Kyaaa.... Kawai, Hinata-chan” jerit Sakura
BRUKKK
Semua orang di ruangan itu menoleh. Terkejut? Tentu saja. Bagaimana tidak, seorang gadis sudah pingsan dan terjatuh. Siapa lagi kalau bukan putri malu kita? Hyuuga Hinata.
Keadaan kelas yang sebelumnya tenang-ribut jadi panik. Semua orang berbondong-bondong membawa Hinata ke UKS. Sakura dan Ino berlari mendahului Naruto dan Kiba yang menggendong Hinata. Koridor sekolah yang semula tenang mulai ribut.
Keadaan ini menarik perhatian siswa kelas lain. Mereka segera berlari keluar kelas dan menyaksikan pandangan itu. Ino yang panik mondar-mandir di sekeliling mereka. Naruto dan kiba tampak sangat kelelahan. Sedangkan Sakura, gadis itu mengipasi Hinata sambil berkata “tarik napas, hembuskan”.
Siswa kelas lain sweetdrop melihat kejadian ini. Mereka tidak menyangka, kejadian kecil seperti ini, dibesar-besarkan seperti sudah akhir dunia saja.
“Ino, buka pintu UKS” teriak Naruto
Hai`
“Sakura, panggil Shizune-sensei” seru Kiba
“Shizune-sensei” teriak Sakura membahana di koridor sekolah
Tak berapa lama, tampak seorang wanita berambut hitam pendek mendekati mereka.
“Ada apa ini?” tanya Shizune sambil menepuk bahu Naruto
“Kyaaa..... Hantu” teriak Naruto kaget dan ikuti teman-temannya
Shizune cengo dengan keadaan ini, dan muncul perempatan di dahinya.
TAKKK
Ittai” ringis Naruto dkk.
“Hinata pingsan” jawab Ino setelah meringis
“Baiklah, akan aku periksa. Sekarang kembalilah kalian ke kelas. Kecuali Naruto”
“Hah?! Kenapa aku?” tanya Naruto tak terima
“Naruto, tunggu di luar. Jangan mengintip” teriak Shizune.
“Daaa Naruto. Selamat bersenang-senang” pamit Kiba, Ino dan Sakura sambil melambaikan tangan
Naruto mendengus kesal. Bisa-bisanya ia tinggal teman-temannya untuk seorang gadis yang pingsan. Naruto mulai ngomel-ngomel gak karuan.
“Dia baik-baik saja. Sebentar lagi juga bangun. Kamu tungguin ya” kata Shizune setelah memeriksa Hinata. Shizune melepaskan stetoskopnya dan hendak keluar ruangan.
“Tapi, Shizune-sensei....”
“Jangan membantah. Dia pacarmu. Jadi, seharusnya kamu tungguin dia sadar” ucap Shizune sambil melewati pintu UKS
“Dia bukan pacarku!” teriak Naruto yang sudah blushing.
Sayang sekali nasibmu Naruto. Tadi ditinggal temanmu. Sekarang penjaga UKS pergi. ‘Kapan sih gadis ini bangun? Sudah lapar nih’ batin Naruto
Karena ruangan UKS rada sejuk, Naruto mulai ketiduran. Tangannya dijadikan bantal. Dia tertidur di samping Hinata yang sedang pingsan.
Kring...........
Bel istirahat berbunyi. Naruto bangun secara tiba-tiba. Hinata mulai mendapatkan kesadarannya dan bangkit dari tempat tidur. Hinata kaget ketika melihat siapa yang telah menunggunya.
“Na...Naruto-kun”
“Eh, Hinata ayo kita ke kantin. Sudah lapar nih”
Naruto menarik tangan Hinata secara tiba-tiba dan Hinata terpaksa mengikutinya. Naruto mengajak Hinata untuk makan ramen. Setelah memesan dua porsi ramen, NaruHina menunggu pesanan di tempat yang sudah disediakan.
“Selamat makan” kata Naruto sambil mengambil sumpit
Naruto segera memakan ramennya dengan periode yang singkat. Hinata hanya bingung dengan perilaku Naruto. ‘Mungkin dia sangat menyukai ramen’ pikir Hinata.
“Ramen di sini tidak seenak ramen di kedai Ichiraku” bisik Naruto
Penjual ramen hanya mendengus kesal. Dia sudah terbiasa mendengar perkataan Naruto, sekalipun Naruto sedang berbisik. Maklum, frekuensi suara Naruto saat berbisik itu seperti berbicara normal.
Hinata hanya mendengarkan Naruto berbicara sambil memakan ramen miliknya. Tak terasa, Hinata sudah menghabiskannya. Hinata segera mengelap mulutnya.
“Ayo Hinata, 20 menit lagi bel masuk. Kita jalan-jalan” ajak Naruto
‘Jalan-jalan? Ah, mungkin karena hukumannya tadi’ pikir Hinata
Hai`
Naruto segera membayar ramen itu sambil berlalu pergi. Hinata berusaha mengejar Naruto yang sudah pergi. Tapi, tubuhnya masih lemah karena pingsan tadi. Akhirnya, Hinata dapat menyelaraskan langkahnya dengan Naruto.
Mereka berjalan mengelilingi halaman sekolah. Dari lantai satu sampai lantai empat. Naruto menjelaskan setiap ruangan yang terdapat di sekolah itu. Hinata menyimak penjelasan tersebut dengan santai.
“Di sebelah sana ada ruang musik, laboraturium Biologi, gudang, dan ruang teater, serta tiga kelas X, empat kelas XI, dua kelas XII juga toilet” jelas Naruto ketika mereka berada di lantai empat.
Kuso! Sisa 5 menit lagi. Ayo ke kelas” ajak Naruto dan Hinata mengikutinya.
Ketika mereka sampai di kelas, teman sekelasnya nyengir gaje melihat mereka berdua.
“Ada apa?” tanya Naruto.
Semua temannya menggelengkan kepala disertai seringai jahat. Naruto terkejut dengan keadaan kelasnya. Tidak pernah kelasnya menjadi seperti ini. Semenjak Hinata datang, Naruto merasa dirinya diejek-ejek.
Naruto hanya mendeathglare teman-temannya sambil berjalan ke tempat duduknya. Hinata mengekori Naruto. Jari-jarinya sedang ia mainkan, pertanda dia sudah gugup.
Naruto memandang ke arah langit. Awan putih bergerak ke sana kemari.
‘Kenapa mimpi itu terasa begitu nyata? Apakah itu pernah terjadi? Rasanya tak mungkin. Dan siapa wanita di mimpi itu?’ pikir Naruto

0 komentar:

Posting Komentar

 

KokorOmou Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos