Forgotten Bonds
Disclaimer:
Masashi Kishimoto
Genre :
Romance, Drama
Pairing : NaruHina,
SasuSaku, GaaMat
Rate
: T
Summary :
Naruto
telah menjalin ikatan dengan Hinata dari kecil tanpa disadari keduanya.
Sayangnya, ikatan itu dilupakan oleh Naruto karena ia menderita amnesia akibat
kecelakaan. Hanya sepasang kalung yang dipakai keduanya sebagai pengingat
ikatan mereka.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Chapter I: Mimpi
Bintang-bintang
bertaburan di langit. Memancarkan sinarnya untuk menerangi bumi di malam hari.
Bulan pun tak kalah sinarnya memancarkan dengan lembut seakan memberikan kasih
sayangnya.
Di
rumah mewah itu, tampak dipenuhi banyak orang. Para maid berjalan menyiapkan
makanan sedangkan para butler menawarkan minuman pada setiap tamu. Tersirat
kebahagiaan di setiap wajah di rumah itu. Terlebih lagi tuan dan nyonya dari
acara ini. Keluarga Hyuuga dan keluarga Namikaze sepakat mempertunangkan kedua
anaknya.
Hyuuga
Hikari dan Namikaze Kushina tampak berbincang-bincang sambil menggandeng tangan
kedua anaknya. Namikaze Naruto, putra tunggal Namikaze Minato dan Namikaze
Kushina. Memiliki rambut pirang, warna kulit tan,sepasang bola mata safir
seperti ayahnya dan dengan tanda lahir kumis kucing masing-masing 3 di setiap
pipinya.
Hyuuga
Hinata, putri sulung Hyuuga Hiashi dan Hyuuga Hikari. Memiliki rambut pendek
sebahu berwarna indigo, kulit seputih susu dan mata seperti mutiara. Hinata
tampak cantik dengan dress selutut berwarna lavender dengan aksen pita di
punggungnya. Tak lupa rambutnya disemat sebuah jepitan untuk menyempurnakan
penampilannya. Hinata tampak serasi dengan Naruto yang menggunakan kemeja
berwarna putih dan jas berwarna lavender.
“Kaa....-san”
panggil Hinata yang bersembunyi di balik punggung ibunya.
“Ada
apa, Hinata-chan?” suara lembut ibunya menyahut
“Hm...di...dia
si....siapa?” tanya Hinata sambil menunjuk ke arah Naruto
Naruto
yang melihat Hinata tersenyum lebar dan mendekati Hinata
“Halo
Hinata. Aku Naruto”
“Hm..
ha...halo Naru...to-kun”
Hikari
dan Kushina hanya tersenyum melihat tingkah keduanya. Tak jauh dari situ,
tampak Hiashi dan Minato merundingkan sesuatu.
“Hm,
sebaiknya acara ini dimulai. Naruto tampak tidak sabaran” kata Minato sambil
tertawa kecil dan menatap putranya.
“Hn.
Apa kau bawa hadiahnya, Namikaze-san?”
“Tentu
saja”
“Apa
mereka mengerti?” tanya Hiashi
“Kurasa
tidak. Mereka masih anak kecil berumur 4 tahun” sahut Minato
Kedua
tuan tersebut berjalan mendekati anak-anaknya. Setelah mengalihkan perhatian
semua orang, mereka memulai acara tersebut. Acara pertunangan antara Namikaze
Naruto dan Hyuuga Hinata.
“Terima
kasih kepada para tamu yang sudah menyempatkan untuk hadir di acara ini. Kami
akan mempertunangkan kedua anak kami, Naruto dan Hinata. Sebagai tanda ikatan
mereka, kami sudah menyiapkan sesuatu ”
Tepuk
tangan terdengar dari para tamu. Tampak Minato mendekati keduanya dan
menyematkan kalung di leher keduanya. Para tamu berdecak kagum. Kalung itu
kelihatan sederhana, tetapi tetap terlihat elegan. Kalung emas putih dengan
sebuah berlian berukir sebagai liontin kalung tersebut.
Naruto
memandang wajah ayahnya sambil bingung. Sedangkan Hinata, pipinya terlihat
memerah setelah dipandangi semua orang. Hinata melirik kalung yang tadi
disematkan oleh Minato.
Setelah
selesai acara menyematkan kalung, Naruto memegang tangan ayahnya.
“Ada
apa Naru-chan?” tanya Minato lembut.
“Kenapa
kalung? Aku kan laki-laki, bukan perempuan” tanya Naruto.
Semua
orang di ruangan itu tampak tersenyum geli mendengar penuturan ahli waris
Namikaze Group. Sedangkan Hinata bingung, mengapa dirinya dan Naruto
mendapatkan kalung yang sama?
~~
“Kuso!!!
Mimpi itu lagi. Mimpi aneh” teriak Naruto.
‘Sial!
Aku terlambat!’batin Naruto melihat jam wekernya
Naruto
langsung bangkit dari tidurnya dan berlari ke arah kamar mandi. Terdengar
guyuran air yang sangat cepat dari arah kamar mandi. Setelah mandi, Naruto
segera mengenakan seragam dan menyambar tasnya di meja belajar.
“Kaa-chan,Tou-chan,
aku berangkat” teriak Naruto setelah menyambar roti panggang.
Secepat
mungkin ia memakai sepatu dan masuk ke mobilnya. Deru mobil terdengar ketika ia
menjauh dari rumahnya.
“Anak
itu selalu saja terlambat” keluh Kushina
Minato
tau ke mana arah pembicaraan ini. Ujung-ujungnya, dia akan dijadikan
pelampiasan kemarahan istrinya. Istrinya selalu menganggap Minato terlalu
memanjakannya.
“Kapan
anak itu mau mengingat tunangannya?” tanya Minato sembari mengalihkan
pembicaraan.
“Hey!
Iya juga ya. Seandainya kecelakaan itu tidak terjadi” Kushina yang tadinya mau
protes, sekarang terbawa pembicaraan baru.
Minato
melihat Kushina bersedih, segera memeluknya.
“Tidak
apa-apa. Beruntung dia selamat” hibur Minato
“Tapi...”
“Nanti
kita akan beritahu dia, Kushu-chan” ucap Minato. Kushina pun mengeratkan
pelukan mereka.
0 komentar:
Posting Komentar