Sabtu, 19 Juli 2014

Forgetten Bonds Ch1

Diposting oleh Unknown di 13.47

                         Forgotten Bonds





Disclaimer: Masashi Kishimoto
Genre        :  Romance, Drama
Pairing      :  NaruHina, SasuSaku, GaaMat
Rate          : T
Summary  :
Naruto telah menjalin ikatan dengan Hinata dari kecil tanpa disadari keduanya. Sayangnya, ikatan itu dilupakan oleh Naruto karena ia menderita amnesia akibat kecelakaan. Hanya sepasang kalung yang dipakai keduanya sebagai pengingat ikatan mereka. 
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

                             Chapter I: Mimpi


Bintang-bintang bertaburan di langit. Memancarkan sinarnya untuk menerangi bumi di malam hari. Bulan pun tak kalah sinarnya memancarkan dengan lembut seakan memberikan kasih sayangnya.
Di rumah mewah itu, tampak dipenuhi banyak orang. Para maid berjalan menyiapkan makanan sedangkan para butler menawarkan minuman pada setiap tamu. Tersirat kebahagiaan di setiap wajah di rumah itu. Terlebih lagi tuan dan nyonya dari acara ini. Keluarga Hyuuga dan keluarga Namikaze sepakat mempertunangkan kedua anaknya.
Hyuuga Hikari dan Namikaze Kushina tampak berbincang-bincang sambil menggandeng tangan kedua anaknya. Namikaze Naruto, putra tunggal Namikaze Minato dan Namikaze Kushina. Memiliki rambut pirang, warna kulit tan,sepasang bola mata safir seperti ayahnya dan dengan tanda lahir kumis kucing masing-masing 3 di setiap pipinya.
Hyuuga Hinata, putri sulung Hyuuga Hiashi dan Hyuuga Hikari. Memiliki rambut pendek sebahu berwarna indigo, kulit seputih susu dan mata seperti mutiara. Hinata tampak cantik dengan dress selutut berwarna lavender dengan aksen pita di punggungnya. Tak lupa rambutnya disemat sebuah jepitan untuk menyempurnakan penampilannya. Hinata tampak serasi dengan Naruto yang menggunakan kemeja berwarna putih dan jas berwarna lavender.
“Kaa....-san” panggil Hinata yang bersembunyi di balik punggung ibunya.
“Ada apa, Hinata-chan?” suara lembut ibunya menyahut
“Hm...di...dia si....siapa?” tanya Hinata sambil menunjuk ke arah Naruto
Naruto yang melihat Hinata tersenyum lebar dan mendekati Hinata
“Halo Hinata. Aku Naruto”
“Hm.. ha...halo Naru...to-kun”
Hikari dan Kushina hanya tersenyum melihat tingkah keduanya. Tak jauh dari situ, tampak Hiashi dan Minato merundingkan sesuatu.
“Hm, sebaiknya acara ini dimulai. Naruto tampak tidak sabaran” kata Minato sambil tertawa kecil dan menatap putranya.
“Hn. Apa kau bawa hadiahnya, Namikaze-san?”
“Tentu saja”
“Apa mereka mengerti?” tanya Hiashi
“Kurasa tidak. Mereka masih anak kecil berumur 4 tahun” sahut Minato
Kedua tuan tersebut berjalan mendekati anak-anaknya. Setelah mengalihkan perhatian semua orang, mereka memulai acara tersebut. Acara pertunangan antara Namikaze Naruto dan Hyuuga Hinata.
“Terima kasih kepada para tamu yang sudah menyempatkan untuk hadir di acara ini. Kami akan mempertunangkan kedua anak kami, Naruto dan Hinata. Sebagai tanda ikatan mereka, kami sudah menyiapkan sesuatu ”
Tepuk tangan terdengar dari para tamu. Tampak Minato mendekati keduanya dan menyematkan kalung di leher keduanya. Para tamu berdecak kagum. Kalung itu kelihatan sederhana, tetapi tetap terlihat elegan. Kalung emas putih dengan sebuah berlian berukir sebagai liontin kalung tersebut.
Naruto memandang wajah ayahnya sambil bingung. Sedangkan Hinata, pipinya terlihat memerah setelah dipandangi semua orang. Hinata melirik kalung yang tadi disematkan oleh Minato.
Setelah selesai acara menyematkan kalung, Naruto memegang tangan ayahnya.
“Ada apa Naru-chan?” tanya Minato lembut.
“Kenapa kalung? Aku kan laki-laki, bukan perempuan” tanya Naruto.
Semua orang di ruangan itu tampak tersenyum geli mendengar penuturan ahli waris Namikaze Group. Sedangkan Hinata bingung, mengapa dirinya dan Naruto mendapatkan kalung yang sama?
~~
“Kuso!!! Mimpi itu lagi. Mimpi aneh” teriak Naruto.
‘Sial! Aku terlambat!’batin Naruto melihat jam wekernya
Naruto langsung bangkit dari tidurnya dan berlari ke arah kamar mandi. Terdengar guyuran air yang sangat cepat dari arah kamar mandi. Setelah mandi, Naruto segera mengenakan seragam dan menyambar tasnya di meja belajar.
“Kaa-chan,Tou-chan, aku berangkat” teriak Naruto setelah menyambar roti panggang.
Secepat mungkin ia memakai sepatu dan masuk ke mobilnya. Deru mobil terdengar ketika ia menjauh dari rumahnya.
“Anak itu selalu saja terlambat” keluh Kushina
Minato tau ke mana arah pembicaraan ini. Ujung-ujungnya, dia akan dijadikan pelampiasan kemarahan istrinya. Istrinya selalu menganggap Minato terlalu memanjakannya.
“Kapan anak itu mau mengingat tunangannya?” tanya Minato sembari mengalihkan pembicaraan.
“Hey! Iya juga ya. Seandainya kecelakaan itu tidak terjadi” Kushina yang tadinya mau protes, sekarang terbawa pembicaraan baru.
Minato melihat Kushina bersedih, segera memeluknya.
“Tidak apa-apa. Beruntung dia selamat” hibur Minato
“Tapi...”
“Nanti kita akan beritahu dia, Kushu-chan” ucap Minato. Kushina pun mengeratkan pelukan mereka.

0 komentar:

Posting Komentar

 

KokorOmou Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos